MU dan Bom


Pagi ini, ketika sedang mengecek imel-imel dan membaca artikel di situs-situs berita, kabar tentang ledakan di Hotel Marriot dan Ritz-Carlton di Jakarta mengagetkan saya. Kurang dari satu jam kemudian, milis-milis yang saya ikuti pun mulai diramaikan oleh berita dan komentar seputar tragedi tersebut. Sempat tersiar kabar bahwa ledakan terjadi karena ada genset yang meledak. Ternyata bukan. Dua ledakan terjadi di dua hotel mewah tersebut. Di pintu tol Muara Angke juga dikabarkan ada ledakan, tapi belakangan dikonfirmasi bahwa ledakan itu berasal dari mobil yang terbakar. Entah kenapa.

Sampai tulisan ini dibuat, dikabarkan sudah ada 6 orang yang tewas akibat ledakan di hotel-hotel tersebut. Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab tentang ini. Ada indikasi bahwa bom itu adalah bom bunuh diri, dan pelakunya menginap di lantai 18 di Ritz-Carlton/Marriot. Diduga, pelaku pemboman hendak memanfaatkan ajang internasional pertandingan eksibisi antara Manchester United vs Indonesia All Stars yang sedianya akan dilaksanakan pada Senin, 20 Juli nanti. Tim MU memang rencananya akan menginap di Ritz-Carlton. Dengan adanya insiden ini, muncullah wacana bahwa MU kemungkinan akan membatalkan kunjungan mereka karena situasi keamanan yang tidak jelas. Muncul pula dugaan-dugaan bahwa peledakan ini berkaitan dengan Pemilu Presiden yang dilaksanakan minggu lalu. Entahlah.

Yang jelas, saya sebagai penggemar MU sudah was-was bahwa mereka akan membatalkan kunjungannya. Sayang kalau sampai terjadi. Bagaimanapun, kelancaran ajang pertandingan MU akan sangat besar dampaknya bagi promosi situasi keamanan di Indonesia. Semoga saja mereka tidak membatalkan kunjungannya ke Jakarta. Semoga saja mereka juga tidak berpikir seperti foto ini:

Apa pun, berdasarkan kejadian yang sudah-sudah, jika nanti pelaku peledakan tertangkap (semoga!), akan sangat menyedihkan dan membuat murka jika lagi-lagi pelakunya seperti gambaran berikut ini: berbaju koko, bersorban/berpeci, berlagak suci, pasang tampang saleh, dan berteriak-teriak "Allahu Akbar!" di pengadilan. Manusia-manusia ini semakin menjauhkan kesucian agama dari realitas sehari-hari, dan membuat semakin banyak orang apatis terhadap Islam. Saya sendiri berharap bukan orang-orang semacam ini yang melakukannya. Tak ada keuntungan apa pun selain nama baik Islam di mata dunia yang semakin merosot, sekaligus nama baik bangsa ini, kalau masih ada.

Teman saya nun jauh di Denmark sana bahkan sudah mengetahui kejadian itu dan bilang bahwa media di Denmark langsung melakukan penghakiman terhadap Islam, yang suka tidak suka masih dianggap agama keras dan intoleran oleh orang-orang Barat. Yah, menurut saya ada sedikit benarnya. Cap tersebut ada bukan hanya karena Barat punya stigma negatif terhadap Islam, tapi di sisi lain itu ada karena kegagalan kita sendiri dalam menampakkan wajah Islam yang lembut dan damai. Walaupun demikian, orang Barat yang intelek dan toleran memang lebih bisa memahami duduk perkara sebenarnya. Ini balasan imel teman saya dari Denmark:

Hello Indra,

Yes it is sad and annoying, but this is what happens. But as I just have put on my fb: it doesnt change that Indonesia is a great nation with great people.

Hopefully MU will not change their plans. If they do the bad guys have won.
Here the news use this to remind of the Bali bombing where three Danish girls were killed and then they relate it to islam! I guess those reporters are just born stupid.
Here – in this country of milk and honey – people are shot dead in the streets of Copenhagen – and each week drunk drivers kill innocent people!
By the way this is one of the reasons why I prefer to stay in small family owned hotels as I have informed Tutu as we plan my trip.

All my best
Peer

Yah, apa mau dikata. Sekarang kita tinggal menunggu dan mendukung penyelidikan oleh polisi. Semoga bangsat-bangsat ini cepat tertangkap dan dihukum mati. Orang-orang macam beginilah yang seharusnya digebukin fans sepakbola se-Indonesia sampai mati, dan bukannya malah gebukin wasit, sesama pemain, atau sesama penonton. Amin. []

PS: Berita terakhir yang saya baca di BBC dan Kompas menyatakan bahwa MU membatalkan rencana tur mereka ke Indonesia. "Para pemain sangat menyesal karena tak bisa bermain di Indonesia," kata Kapten MU Gary Neville.
"Mau?"
"Tidak mau."

0 komentar:

Post a Comment