BERLITZ DAY OUT: BANDUNG!
Entah kenapa, bulan Januari lalu Tuhan sedang berbaik hati kepadaku. Seminggu sebelum aku pindah ke Bandung secara kebetulan kantor lamaku mengadakan acara Berlitz Day Out: jalan-jalan ke Bandung untuk makan-makan dan berbelanja. Sesampainya di Bandung, segera menuju kawasan wisata Gua Jepang dan Gua Belanda. Pemandangan di sana memang indah dan menyegarkan mata. Setelah lelah jalan-jalan, kami menuju restoran Congo di kawasan Dago Pakar untuk makan siang. Di sini, sebelum makan steak porsi jumbo jet, aku didaulat untuk menyampaikan 'pengunduran diri' dari Berlitz karena aku akan segera pindah ke Bandung setelah mendapat pekerjaan baru. Setelah makan siang, kami mampir ke kawasan Jl. Dago untuk belanja-belanji di FO. Berhubung aku akan segera menjadi warga Bandung, sepertinya acara belanja ini kupandang tak perlu...hehehe! Yang jelas, seharian itu sangat menyenangkan, dan kebetulan sangat pas dengan rencana kepindahanku ke Bandung. Anyway, selama kira-kira 1,5 tahun bekerja di Berlitz sebagai guru bahasa Indonesia untuk orang asing sangat menyenangkan!
Sejak resmi pindah ke Bandung, setiap hari Minggu, berturut-turut selalu saja ada acara makan-makan gratis. Dimulai dari hari Minggu (25/1), Mita, seorang teman berprofesi sama tapi berbeda perusahaan, melangsungkan pernikahannya dengan seorang jejaka asal Magelang. Resepsi dilaksanakan di sebuah gedung serba guna persis di depan rumah Mita di kawasan Bale Endah.
Harus diakui, ini adalah pesta resepsi yang hebat, apalagi kalau dilihat dari segi makanan (!). Selain makanan katering standar di dalam gedung, di halaman gedung berjejer stan-stan makanan yang membuatku menjerit-jerit gembira: ada stan nasi kebuli, kambing guling, pempek, sate padang, mi kocok, baso tahu, sampai zupa-zupa. Semua stan makanan itu kusambangi, dan terus terang harus kuakui: semuanya enaaaaaaaakk!!! Selamat ya Mit! Semoga dapat mewujudkan keluarga yang rukun dan banyak rezeki. Resepsinya makyuuss!!
Ini dia foto istriku yang tampak pasrah melayani nafsu makan bejat suaminya, anggota Pelahap Maut, yang sedang berkeliling ke stan-stan makanan, karena takut kehabisan.
Dan ini fotoku sedang sibuk membantai semangkok mi kocok porsi kesekian.
Sehari sesudahnya, Senin (26/1), teman kami yang hiper cerewet bernama Sugi, memenuhi janjinya untuk mentraktir kami. Walhasil, di warung bakso di belakang BIP, dua mangkuk bakso urat segera kuhajar habis. Kalau saja tidak melihat ekspresi panik Sugi, mangkuk ketiga pasti sudah kupesan...hahaha!
Ini dia foto kami setelah makan bakso, lagi makan roti Boy yang maknyus itu.
Malamnya, Nury, seorang teman istriku mengundang kami untuk datang ke rumahnya. Waktu itu ada acara farewell party yang diadakan untuk melepas kepergian adiknya, Cherry,yang akan terbang ke Perth, Australia untuk studi di sana. Hidangan yang disediakan tak main-main: menu barbeque lengkap dengan acara bakar-bakarannya.
Walhasil, steak, sosis, kentang goreng, lasagna, dan iga bakar segera kuhajar habis tak bersisa seakan tak mau rugi. Pulanglah kami malam itu dengan perut kekenyangan.
Hari Minggu (1/2), secara agak mendadak kembali ada undangan makan-makan. Kali ini datang dari Adim dan Popi, teman-teman kuliah istri saya, di restoran D'Palm di kawasan Jl. Banda. Restoran mewah yang tak bakalan kami sambangi sendiri ini (berhubung harganya yang tidak ramah) menyediakan menu masakan Sunda. Agar tidak mengecewakan si pengundang yang sedang berulang tahun ke-29, tak lama setelah makanan dihidangkan, nasi liwet plus ayam bakar lalap dan karedok segera aku eksekusi hingga tandas.
Sungguh hebat, sejak diterima bekerja di Mizan, undangan makan gratis mengalir bagai lomba lari maraton: berturut-turut. Entah siapa lagi yang mau mengundangku makan-makan di minggu-minggu berikutnya.
Tujuh kilogram yang hilang setelah aku kembali dari Ukraina sepertinya akan segera kembali. Agak menguatirkan, sebenarnya...

makaaaan aja, makan untuk hidup apa hidup untuk makan?
ReplyDeleteHIDUP MAKAN!
hehe
esti
Wuaduuuh, Indraaaa ... ckckckck ... kapan jerit2 gembiranya? Kok, aku nggak denger, tuh! :D hehehe. Btw, aku malah nggak sempet nyicipin makanan stand, lho ... hiks, hiks .... (lagian siapa yg bisa makan dalam balutan kebaya begitu, ya?)
ReplyDeleteallooww salam kenal ya
ReplyDeletesetelah berpuyeng2 ria ngerjain tugas,
finally bisa ketawa juga!
so funny blog, hehehehe
Indra, pa kabar?
ReplyDeleteBerlizt Day Out seperti acara perpisahan gitu yah! we miss you here..kapan mampir kesini? salam buat keluarga.